Rabu, 27 Januari 2016

Risiko Berinvestasi di Indonesia

Investasi selalu mencakup faktor risiko. Pada umumnya boleh dikatakan bahwa semakin tinggi risiko, semakin tinggi juga potensi laba. Selama beberapa tahun terakhir Indonesia telah menunjukkan bahwa investasi tertentu sangat menguntungkan (misalnya di pasar saham, bidang properti dan komoditas), namun berinvestasi di Indonesia juga menyiratkan lebih banyak risiko dibandingkan berinvestasi di negara-negara yang maju karena Indonesia mempunyai dinamika dan karakteristik tertentu yang dapat menggagalkan investasi dan mengganggu iklim investasi.
Demonstrasi, yang merupakan salah satu ciri khas masyarakat demokratis, berlangsung setiap hari di Indonesia meskipun biasanya hanya skala kecil. Hal-hal yang diprotes berkisar dari isu-isu politik (misalnya kinerja pemerintah yang dianggap lemah) dan masalah ekonomi (misalnya upah rendah) ke isu sosial (misalnya hal-hal agama). Demonstrasi-demonstrasi ini dapat diarahkan -secara vertikal- kepada pemerintah atau -secara horizontal- ke kelompok-kelompok lain di masyarakat Indonesia. Titik penting di sini adalah bahwa demonstrasi-demonstrasi ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat Indonesia tidak puas dengan keadaan negara saat ini. Sejarah modern Indonesia telah menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus ekstrem (penggulingan Soeharto tahun 1998), tekanan masyarakat mampu menumbangkan kekuasaan politik dan mengimplikasikan dampak buruk terhadap ekonomi nasional. Meskipun tampaknya tidak mungkin bahwa peristiwa ekstrem seperti itu muncul kembali karena konteks politik sekarang berbeda. Namun harus disadari bahwa ada potensi frustrasi yang direpresi di sebagian masyarakat Indonesia yang harus diwaspadai.
Persiapan yang mantap serta informasi yang menyeluruh dan terpercaya merupakan kunci berinvestasi di negara manapun. Di bawah ini, Indonesia Investments menyajikan sebuah daftar dengan potensi risiko yang dapat timbul dan mengganggu iklim investasi di Indonesia.

Jenis Elastisitas permintaan

Ada lima jenis elastisitas permintaan :

1. Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang diminta. Dengan demikian, kurvanya berbentuk vertikal. Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas barang/jasa tetap tidak berubah. Contoh barang yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipun harganya naik terus, kuantitas yang tersedia tetap terbatas), lukisan milik pelukis yang telah meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan, pelukis tersebut tidak akan mampu menambah kuantitas lukisannya), dan contoh lainnya yang sejenis.

2. Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan. Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang). Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita juga tidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Karakteristik produk yang seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis.


3. Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan = prosentase perubahan harga. Contoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik. Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis.


4. Permintaan elastis : elastisitas > 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya. Misalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya.


5. Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Dengan demikian, kurvanya berbentuk horisontal. Contoh produk yang permintaannya bersifat tidak elastis sempurna diantaranya barang/jasa yang bersifat komoditi, yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik dan fungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yang berbeda.
Marginal Utility (MU) yaitu : tambahan kepuasan sebagai akibat dari jenis elastisitas harga dari permintaan.

About Matematik And Economic???


Manfaat matematika dalam dunia ekonomi dan bisnis

Berdasarkan pengertian-pengertian tentang matematika tersebut maka matematika dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari bilangan dan bangun serta konsep-konsep yang berkenaan dengan kebenarannya secara logika menggunakan simbol-simbol yang umum serta aplikasi dalam bidang lainnya. Pendidikan matematika dapat diartikansebagai proses perubahan baik kognitif, afektif, dan kognitif kearah kedewasaan
Ø  Menciptakan basis bagi klien atau pelanggan
Untuk mendapatkan klien atau pelanggan baru dan menciptakan basis klien tidak selalu dapat diperoleh dengan mudah. Perjuangan untuk memperoleh pelanggan harus melalui berbagai usaha termasuk menganalisa pasar secara hati-hati, pemasaran produk dan mempunyai uji coba basis pelanggan.
Ø   Matematika Bisnis adalah matematika yang digunakan oleh dunia industri untuk mengefektifkan pengelolaan dan menjalankan usahanya. Dengan kata lain matematika bisnis digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah keuangan dan untuk membantu dunia usaha menjalankan roda bisnisnya agar dapat memperoleh keuntungan (profit).
Ø  Matematika Bisnis Dunia usaha menggunakan matematika di dalam akuntansi, manajemen inventaris, pemasaran, prediksi penjualan, dan analisis finansial. Kurikulum menekankan pada metode kuantitatif (statistika, analisis deret waktu, dan riset operasional) untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis.
Ø  Matematika adalah kunci ke arah peluang-peluang. Bagi seorang siswa keberhasilan mempelajarinya akan membuka pintu karir yang cemerlang. Bagi para warganegara, matematika akan menunjang pengambilan keputusan yang tepat. Bagi suatu negara, matematika akan menyiapkan warganya untuk bersaing dan berkompetisi di bidang ekonomi dan teknologi.
Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama
Karena dengan belajar matematika, kita akan belajar bernalar secara kritis, kreatif dan aktif.

HUBUNGAN FUNSI MATEMATIKA DAN EKONOMI
Dengan bahasa matematika, penggunaan ekspresi verbal digantikan dengan simbol-simbol matematika sehingga penyampaian ide bisa lebih efisien, lebih. Dalam prakteknya, analisis ekonomi memang tidak dapat terlepas dari analisis kuantitatif. Dengan bahasa matematika, penggunaan akurat dan lebih sistematis. Sedangkan dengan menggunakan ekonomi, suatu teori dapat diverifikasi validitasnya melalui data empiris yang tersedia. Selanjutnya, dengan menggunakan data empiris, dimungkinkan untuk memberi masukan pada penggalian ilmu baru dan/atau pemodifikasian ilmu yang sudah ada.
Singkatnya, penggunaan matematika dan ekonomi dalam analisis ekonomi ini saling melengkapi. Tanpa maatematika, seorang ahli hanya dapat memberikan gambaran tentang suatu fenomena tanpa dapat membuktikannya. Sedangkan penggunaan alat matematika tanpa pemahaman ekonomi terhadap ilmu ekonomi menjadikan suatu analisis kehilangan nuansa ekonomi sebagai ilmu sosial yang memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi.

Masalah Perekonomian


MASALAH POKOK DARI SETIAP PEREKONOM


Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumsi, dan perdagangan. Berdasarkan corak analisis dalam ilmu ekonomi, ahli ekonomi telah membagi berbagai masalah ekonomi yang dihadapi suatu masyarakat kepada tiga persoalan pokok, yaitu:

  1. Apakah barang dan jasa yang harus diproduksi?
  2. Bagaimanakah caranya memproduksi barang dan jasa tersebut?
  3. Untuk siapakah barang dan jasa tersebut diproduksi?

 1.    Apakah barang dan jasa yang harus diproduksi?
Barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu perekonomian sangat banyak jenisnya, yakni barang yang sangat sederhana misalnya beras dan tape sampai barang yang sangat kompleks misalnya pesawat terbang. Setiap tahun suatu perekonomian harus menentukan jenis-jenis barang yang diperlukan oleh masyarakat dan jumlah produksi dari barang dan jasa tersebut.

Masalah ini adalah akibat langsung dari ketidakmampuan Sumber Daya yang tersedia untuk memproduksi semua barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu pilihan-pilihan harus dilakukan masyarakat haruslah menentukan keinginan mana yang harus dipenuhi dan suatu jenis barang yang akan dihasilkan, semakin banyak suatu jenis barang yang akan dihasilkan, semakin banyak faktor produksi yang akan digunakan.

2.    Bagaimanakah caranya memproduksi barang dan jasa tersebut?
Adanya beberapa kemungkinan untuk menghasilkan suatu barang dapat jelas dilihat misalnya pada sector pertanian. Dalam sekotr pertanian, sejumlah produksi tertentu dapat dihasilkan dengan menggunakan teknologi yang tinggi. Dari sinilah timbul sebuah pertanyaan, manakah yang lebih sesuai? Efisiensi merupakan faktor yang dapat dijadikan dasar pemilihan tersebut.

Dalam masalah efisiensi kegiatan produksi yang harus dipikirkan tidaklah terbatas hanya pada masalah efisiensi dari segi teknik. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah besar kecilnya pemintaan. Apabila permintaan banyak, maka teknik produksi modern akan menaikkan efisiensi. Apabila permintaan sedikit teknik produksi sederhana akan menaikkan efisiensi.

3.    Untuk siapakah barang dan jasa tersebut diproduksi?
Dalam hal ini yang harus diperhatikan ialah pendapatan keseluruhan masyarakat yang didistribusikan dan juga kesesuaian distribusi pendapatan dengan kepentingan masyarakat.


Apabila pendapatan individu didasarkan kepada pembayaran faktor-faktor produksi yang mereka miliki dan tawarkan, maka ketidakseimbangan dalam distribusi pendapatan akan timbul, yang kaya akan semakin kaya, dan yang miskin akan semakin miskin, sebaliknya apabila meratakan distribusi pendapatan yang ditekankan kegairahan individu untuk bekerja keras akan berkurang. Kecendurungan ini akan mengurangi pendapatan keseluruhan masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Dari hal yang ada diatas, maka dapat dilihat permasalahan dalam ekonomi ialah sebagai berikut:

Masalah Pengangguran
Salah satu masalah penting yang dihadapi perekonomian ialah pengangguran. Hal ini dapat ditunjukkan menggunakan kurva, dimana AB dimisalkan sebagai kurva kemungkinan produksi suatu Negara pada waktu tertentu dan titik C ialah tingkat produksi yang dicapai masyarakat. Dalam teori makroekonomi diterangkan mengapa tingkat kegiatan ekonomi masyarakat hanya dapat mencapai C dan bagaimana caranya agar tingkat kegiatan perekonomian dapat mencapai titik-titik pada kurva AB.

Masalah Pertumbuhan Ekonomi yang tak Stabil
Dalam perekomian keadaan yang paling ideal adalah mencapai tingkat kesempatan kerja penuh dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan kata lain setiap perekonomian selalu mengharapkan agar tingkat pertumbuhan ekonomi selalu stabil sehingga penggunaan tenaga kerja dan faktor produksi lain secara sepenuhnya selalu akan dicapai dari satu periode ke periode lainnya.

Keadaan yang ideal tidak selalu akan tercapai dalam perekonomian. Seringkali pada mulanya perekonomian telah menghadapi masalah pengangguran dan dalam jangka panjang masalah ini tidak dapat diatasi dan adakalanya masalah tersebut menjadi semakin buruk.

Keadaan seperti ini berarti pada mulanya tingkat produksi masyarakat belum mencapai tingkat keadaan yang maksimum dan dalam periode selanjutnya tingkat produksi masyarakat tetap tidak mencapai keadaan yang ideal tersebut.

Masalah Pokok Ekonomi

Pokok masalah ekonomi ada tiga, yaitu: produksi, konsumsi dan distribusi.
Produksi, menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah kegunaan suatu benda.
Pokok masalah ekonomi :
– produksi
– konsumsi
– distribusi.

Konsumsi, menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda.
Distribusi, menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.
Pokok masalah tadi selanjutnya diperluas oleh aliran ekonomi modern, yaitu apa dan berapa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi.
Apa dan Berapa (What).
Masalah ini menyangkut persoalan jenis dan jumlah barang/jasa yang perlu diproduksi agar sesuai kebutuhan masyarakat: apakah bahan makanan yang dipilih? – apakah pakaian, tempat tinggal atau jasa lain? – serta berapa banyak barang tersebut diproduksi?
Bagaimana (How)


Pokok masalah ekonomi :
-Apa dan Berapa
– Bagaimana
– Untuk Siapa

Setelah jenis dan jumlah produksi dipilih, persoalan yang harus dipecahkan adalah: bagaimana barang tersebut diproduksi? – siapa yang memproduksi? – sumber daya apa yang digunakan? – teknologi apa yang digunakan?
Untuk siapa.
Setelah pemecahan persoalan bagaimana memproduksi lebih lanjut adalah: untuk siapa ( for whom) barang yang akan diproduksi? – siapa yang harus menikmati?
Untuk lebih memahami pokok persoalan ekonomi aliran klasik dan modern, coba lengkapi tabel berikut!

Menghadapi masalah pokok ekonomi tersebut, bagaimana kita memecahkan pokok persoalan itu?
Secara garis besar, kita mengenal empat sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan situasi kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi campuran.

Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya.
Dalam sistem ini segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyarakat itu sendiri. Tentunya Anda akan bertanya apa tugas pemerintah dalam sistem ekonomi tradisional ini?
Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat.
Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan.
Sistem Ekonomi Terpusat
Pada sistem ekonomi ini, pemerintah bertindak sangat aktif, segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pelaksanaan dilakukan oleh daerah-daerah di bawah satu komando dari pusat.
Dengan demikian, masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi, semuanya diatur oleh pemerintah secara terpusat. Kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi dibatasi sehingga inisiatif perorangan tidak dapat berkembang.
Pada umumnya sistem ekonomi terpusat ini diterapkan pada negara-negara yang menganut paham komunis. Namun karena kurang sesuai dengan aspirasi rakyat, akhir-akhir ini sudah ditinggalkan.
Sistem Ekonomi Pasar
Pada sistem ekonomi pasar, kehidupan ekonomi diharapkan dapat berjalan bebas sesuai dengan mekanisme pasar.
Siapa saja bebas memproduksi barang dan jasa, sehingga mendorong masyarakat untuk bekerja lebih giat dan efisien. Dengan demikian bagi produsen memungkinkan memperoleh laba sebesar-besarnya. Jika barang atau jasa dapat dipasarkan, pada akhirnya produsen akan menyesuaikan dengan keinginan dan daya beli konsumen.
Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah berlakunya persaingan secara bebas. Akibatnya yang kuat bertambah kuat, sedang yang lemah semakin terdesak tidak berdaya. Untuk mengatasi keadaan itu pemerintah ikut campur tangan melalui peraturan perundang-undangan yang dianggap perlu, sehingga terbentuk sistem ekonomi pasar yang terkendali, bukan ekonomi bebas lagi.
Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran pada umumnya ditetapkan pada negara-negara berkembang. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Hal ini berarti di samping sektor swasta, terdapat pula badan perencana negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi.
Sistem ekonomi campuran ini dasarnya merupakan perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.
Untuk lebih memahami sistem ekonomi, coba Anda isi ciri-ciri sistem ekonomi di bawah ini:

Jumat, 22 Januari 2016

BELAJAR ILMU EKONOMI DARI KEHIDUPAN SEHARI-HARI




Sebagai seseorang yang pernah mempelajari mengenai ilmu ekonomi, saya adalah termasuk salah seorang yang begitu takjub akan banyaknya praktek teori-teori ilmu ekonomi yang dapat saya temui dalam kehidupan sehari-hari. Sebut saja, jual beli, konsumsi, produksi, distribusi, jenis barang, pasar dan masih banyak lagi yang lainnya. Mungkin beberapa contoh yang saya sebutkan di atas, anda sudah sangat mengenalnya. Tapi sadarkah anda ada beberapa kejadian yang mungkin sangat sering anda alami, yang merupakan bagian dari ilmu ekonomi, tetapi anda tidak menyadarinya.
Kalau begitu mari langsung saya ajak anda saja untuk mengenal lebih jauh lagi mengenai teori-teori ekonomi yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
  • Contoh Kasus 1 :
Anda pergi ke pasar tradisional di waktu subuh, anda membeli sayur-sayuran, ikan dan daging yang masih segar, anda pasti akan mendapatkan harga yang cukup tinggi. Katakanlah harga seikat kangkung di pagi hari 2500 rupiah. Jam 7 pagi harga kangkung tersebut akan turun menjadi 2000 rupiah. Jam 9 pagi harganya turun lagi menjadi 1500 rupiah. Jam 12 siang mungkin harga 1 ikatnya hanya 500 rupiah saja. Hal ini terjadi karena sayur-sayuran, ikan dan daging tersebut mungkin sudah tidak segar lagi
Jawaban Ilmu Ekonomi :
Jika harga pokok kangkung itu adalah 1500 rupiah, apakah pedagang rugi ketika menjual kangkung tersebut seharga 500 rupiah saja pada jam 12 siang? Jawabannya adalah TIDAK. Contoh kasus di atas dalam ilmu ekonomi dinamakan dengan DISKRIMINASI HARGA, artinya penjual menerapkan harga yang berbeda-beda untuk setiap konsumen berdasarkan reservation price (Willingness To Pay/kemauan untuk membayar) konsumen tersebut. Maksudnya penjual tidak akan mengalami kerugian, karena di waktu subuh ia sudah mengambil keuntungan berkali-kali lipat dari harga pokok, yang digunakan sebagai cadangan apabila barang dagangannya tidak habis terjual pada hari itu, atau sayurannya sudah layu karna tidak terjual sampai siang hari.
  • Contoh Kasus 2 :
Saat lebaran, anda ingin mudik, mendapati harga tiket kereta api, melonjak sampai dengan 300% dibanding pada hari biasanya. Anda sering menghemat penggunaan listrik di malam hari, karena anda tahub bahwa tarif listrik pada malam hari jauh lebih mahal, dibandingkan dengan tarif listrik pada siang hari.
Jawaban Ilmu Ekonomi :
Contoh kasus di atas dinamakan dengan PEAK LOAD PRICING, yaitu produsen membebankan harga yang lebih tinggi pada waktu permintaannya banyak/tinggi, atau pada saat konsumen banyak memerlukan/menggunakan produk/jasa tersebut.
  • Contoh Kasus 3 :
Anda mencoba untuk berwirausaha, katakanlah mencoba berjualan gorengan. Anda mempunyai modal Rp. 100.000,-. Kemudian anda olah menjadi berbagai jenis gorengan dan anda jual seharga 500 rupiah. Pada siang hari anda berhasil menjual gorengan sebanyak 200 buah.
Jawaban Ilmu Ekonomi :
Dalam ilmu ekonomi, ini dinamakan dengan BREAK EVEN POINT (BEP) atau titik impas. BEP adalah sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan adalah seimbang dengan modal yang dikeluarkan, sehingga tidak terdapat kerugian ataupun keuntungan.
  • Contoh Kasus 4 :
Anda naik kendaraan umum, lalu ada penumpang di sebelah anda yang merokok, lalu anda tiba-tiba menjadi batuk, karena menghirup asap rokok tersebut.
Jawaban Ilmu Ekonomi :
Dalam ilmu ekonomi, ini dinamakan dengan EXTERNALITAS DIS-EKONOMIS atau eksternalitas yang merugikan. Eksternalitas merugikan adalah kerugian yang di derita oleh pelaku ekonomi karena tindakan pelaku ekonomi lainnya.
  • Contoh Kasus 5 :
Tetangga anda baru saja membangun sebuah taman kecil di depan rumahnya, dengan kolam ikan yang jernih, tanaman yang indah dan suara gemericik air yang begitu sejuk di telinga. Setiap sore anda sering bersantai di teras rumah, sambil melihat keindahan taman tersebut dan mendengarkan gemericik air yang jatuh ke kolam ikan, dan anda merasa senang karena hal tersebut.
Jawaban Ilmu Ekonomi :
Dalam ilmu ekonomi, ini dinamakan dengan EXTERNALITAS EKONOMIS atau BENEFIT EXTERNALITY atau disebut juga eksternalitas yang menguntungkan. Eksternalitas yang menguntungkan adalah keuntungan atau manfaat yang dinikmati oleh pelaku ekonomi karena tindakan pelaku ekonomi lainnya.
  • Contoh Kasus 6 :
Harga beras naik, dari Rp. 8000/kg menjadi Rp. 10.000/kg. Anda merasa berat dengan kenaikan harga tersebut, tetapi anda tetap memaksakan untuk membeli beras, karena itu merupakan kebutuhan pokok bagi keluarga anda.
Jawaban Ilmu Ekonomi :
Jika anda menjawab anda memaksakan diri membeli beras, itu karena beras adalah kebutuhan pokok, maka anda tidak salah. Akan tetapi selain karena beras adalah barang pokok, tetapi karena ia juga merupakan barang yang masuk kategori IN-ELASTIS. Barang In-Elastis artinya adalah barang-barang yang jumlah permintaannya relatif tidak akan mengalami perubahan, walaupun harga barang tersebut berubah. Contoh lain dari barang In-Elastis adalah bensin, dan sembako.
  • Contoh Kasus 7 :
Anda ingin membeli handphone blackberry keluaran terbaru. Ternyata harga telepon genggam itu adalah 5 juta rupiah. Anda hanya memiliki uang 4 juta saja. Akhirnya anda pulang ke rumah dan tidak jadi membeli handphone itu. Tiga hari kemudian anda lewat lagi ke toko yang menjual blackberry tersebut, dan toko tersebut sedang mengadakan diskon, sehingga harga blackberry tersebut menjadi 4 juta rupiah. Anda pun akhirnya membeli handphone tersebut.
Jawaban Ilmu Ekonomi :
Sebaliknya dengan beras, anda tentu tidak akan memaksakan diri untuk membeli kendaraan bermotor atau handphone, barang elektronik, apabila anda tidak benar-benar membutuhkannya. Hal ini dikarenakan barang-barang mewah seperti mobil, laptop, handphone merupakan barang yang masuk kategori ELASTIS. Barang Elastis adalah barang-barang yang jumlah permintaannya akan mengalami perubahan, sesuai dengan perubahan pada harga barang tersebut

Hubungan antara ilmu ekonomi, pembagian ilmu ekonomi dan prinsip ekonomi

Setiap orang menginginkan dapat tercukupi kebutuhan hidupnya sehingga dapat merasa puas, tenang, tenteram, hingga tercapai kemakmuran. Namun, manusia dihadapkan pada masalah keterbatasan alat pemuas kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan manusia sehingga harus mencari jalan untuk mengatasinya. Ilmu ekonomi membantu memecahkan masalah tersebut hingga manusia dapat memenuhi kebutuhannya dan mencapai kemakmuran.
8 cabang ilmu ekonomi


1.    Ilmu ekonomi moneter
Adalah cabang  ilmu ekonomi yang membahas tentang uang, perbankan, dan lembaga keuangan lainnya. Berbagai hal yang terkait dengan hal tsb adalah inflasi, tingkat suku bunga dan jumlah uang beredar.
2.    Ilmu ekonomi publik
Adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang kebijakan pemerintah dalam perekonomian. Hal2 yang dibahas dalam imu ekonomi ini a.l. APBN, APBD, utang pemerintah, pajak dan retribusi.
3.    Ilmu ekonomi industri
Adalah cabang ilmu ekonomi yang memfokuskan pembahasan pada interaksi berbagai perusahaan dalam suatu industri (lingkup ekonomi mikro). Interaksi tersebut dapat berupa persaingan usaha, kinerja perusahaan, kartel.
4.    Ilmu ekonomi internasional
Adalah cabang dari ilmu ekonomi yang membahas tentang kegiatanperekonomian antar bangsa/negara. Kegiatan perekonmian tersebut dalat berupa transaksi perdagangan, aliran investasi antar negara,dan neraca pembayaran.
5.    Ilmu ekonomi regional
Adalah cabang ilmu ekonomi yang antara lain membahas tentang membahas tentang interaksi ekonomi antar wilayah dan proses perkembangan suatu wilayah.
6.    Ilmu ekonomi sumber daya alam (SDA)
Adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas masalah dan alokasi sumber daya alam yang optimal menurut ekonomi. Pokok bahasan dalam ilmu ekonomi ini diantaranya eksternalitas positif dan negatif.
7.    Ilmu ekonomi sumber daya manusia (SDM)
Adalah cabang ilmu ekonomi yang membahas faktor produksi tenaga kerja. Pembahasan dalam cabang ini antara lain adalah masalah pengangguran, upahminimum, dan tingkat pendidikan calon tenaga kerja.
8.    Ilmu ekonomi syariah
Ilmu ekonomi syariah bertujuan untuk menerapkan ekonomi islam. Pokok pembahasan dalam ilmu ekonomi ini prinsip bagi hasil, penghapusan riba dalam perekonomian dan zakat.


Pernyataan positif
menggambarkan fakta2 dari kegiatan ekonomi yg terjadi di masyarakat. Contohnya produsen dan pengusaha yg memanfaatkan sumber daya ekonomi scr efisien akan menghasilkan barang yang murah shg laba yg maksimal.
Pernyataan normatif
Ekonomi normatif terutama berkaitan dengan kriteria kebijakan yg optimal.
Ilmu ekonomi normatif menggunakan studi empiris dan predisksi ekonomi positif, serta menggabungkan keduanya  dengan pertimbangan nilai yang mencerminkan gagasan ideal tentang masy dalam rangka untuk memperoleh rekomendasi kebijakan.  Contohnya apakah lembaga  administrasi pemerintah lebih baik drpd pasar dlm menanmpung pola perubahan permintaan air? Berapa besar polusi yg dpt diperkenankan? Haruskah proyek penyediaan air  dilakukan?
  Dalam pernyataan normatif pertentangan antara hal yang baik dan yang buruk menjadi perhatian. 
Pernyataan eknomi normatif banyak digunakan oleh penasehat ekonomi. 
Contoh penyataan positif dikatakan bahwa sebaiknya pajak dikenakan kepada setiap orang yang 
mempunyai penghasilan. Pernyataan normatif megatakan agar pemungutan pajak harus menyejahterakan 
setiap orang.
Metodologi ilmiah IE dalam menganalisis masalah per-ek dimulai dari :
  Observasi obyek permasalahan
  Menentukan hubungan permasalahan  dg teori ek yg terkait
  Mengidentifikasi permasalahan melalui pertanyaan
  Menentukan variabel yg dikaji
  Menentukan asumsi-asumsi  dan model yg digunakan untuk mendapatkan solusi atau kesimpulan
  
Manfaat mempelajari ilmu ekonomi
  1. Membantu manusia dan perusahaan dalam membentuk prioritas kebutuhan yang ingin dipenuhi
  2. Dpt membantu mempelajari perilaku manusia dalam memanfaatkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan
  3. Dapat membantu memilih alat pemuas kebutuhan yang efektif dan efisien