Rabu, 27 Januari 2016

Masalah Perekonomian


MASALAH POKOK DARI SETIAP PEREKONOM


Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumsi, dan perdagangan. Berdasarkan corak analisis dalam ilmu ekonomi, ahli ekonomi telah membagi berbagai masalah ekonomi yang dihadapi suatu masyarakat kepada tiga persoalan pokok, yaitu:

  1. Apakah barang dan jasa yang harus diproduksi?
  2. Bagaimanakah caranya memproduksi barang dan jasa tersebut?
  3. Untuk siapakah barang dan jasa tersebut diproduksi?

 1.    Apakah barang dan jasa yang harus diproduksi?
Barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu perekonomian sangat banyak jenisnya, yakni barang yang sangat sederhana misalnya beras dan tape sampai barang yang sangat kompleks misalnya pesawat terbang. Setiap tahun suatu perekonomian harus menentukan jenis-jenis barang yang diperlukan oleh masyarakat dan jumlah produksi dari barang dan jasa tersebut.

Masalah ini adalah akibat langsung dari ketidakmampuan Sumber Daya yang tersedia untuk memproduksi semua barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu pilihan-pilihan harus dilakukan masyarakat haruslah menentukan keinginan mana yang harus dipenuhi dan suatu jenis barang yang akan dihasilkan, semakin banyak suatu jenis barang yang akan dihasilkan, semakin banyak faktor produksi yang akan digunakan.

2.    Bagaimanakah caranya memproduksi barang dan jasa tersebut?
Adanya beberapa kemungkinan untuk menghasilkan suatu barang dapat jelas dilihat misalnya pada sector pertanian. Dalam sekotr pertanian, sejumlah produksi tertentu dapat dihasilkan dengan menggunakan teknologi yang tinggi. Dari sinilah timbul sebuah pertanyaan, manakah yang lebih sesuai? Efisiensi merupakan faktor yang dapat dijadikan dasar pemilihan tersebut.

Dalam masalah efisiensi kegiatan produksi yang harus dipikirkan tidaklah terbatas hanya pada masalah efisiensi dari segi teknik. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah besar kecilnya pemintaan. Apabila permintaan banyak, maka teknik produksi modern akan menaikkan efisiensi. Apabila permintaan sedikit teknik produksi sederhana akan menaikkan efisiensi.

3.    Untuk siapakah barang dan jasa tersebut diproduksi?
Dalam hal ini yang harus diperhatikan ialah pendapatan keseluruhan masyarakat yang didistribusikan dan juga kesesuaian distribusi pendapatan dengan kepentingan masyarakat.


Apabila pendapatan individu didasarkan kepada pembayaran faktor-faktor produksi yang mereka miliki dan tawarkan, maka ketidakseimbangan dalam distribusi pendapatan akan timbul, yang kaya akan semakin kaya, dan yang miskin akan semakin miskin, sebaliknya apabila meratakan distribusi pendapatan yang ditekankan kegairahan individu untuk bekerja keras akan berkurang. Kecendurungan ini akan mengurangi pendapatan keseluruhan masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Dari hal yang ada diatas, maka dapat dilihat permasalahan dalam ekonomi ialah sebagai berikut:

Masalah Pengangguran
Salah satu masalah penting yang dihadapi perekonomian ialah pengangguran. Hal ini dapat ditunjukkan menggunakan kurva, dimana AB dimisalkan sebagai kurva kemungkinan produksi suatu Negara pada waktu tertentu dan titik C ialah tingkat produksi yang dicapai masyarakat. Dalam teori makroekonomi diterangkan mengapa tingkat kegiatan ekonomi masyarakat hanya dapat mencapai C dan bagaimana caranya agar tingkat kegiatan perekonomian dapat mencapai titik-titik pada kurva AB.

Masalah Pertumbuhan Ekonomi yang tak Stabil
Dalam perekomian keadaan yang paling ideal adalah mencapai tingkat kesempatan kerja penuh dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan kata lain setiap perekonomian selalu mengharapkan agar tingkat pertumbuhan ekonomi selalu stabil sehingga penggunaan tenaga kerja dan faktor produksi lain secara sepenuhnya selalu akan dicapai dari satu periode ke periode lainnya.

Keadaan yang ideal tidak selalu akan tercapai dalam perekonomian. Seringkali pada mulanya perekonomian telah menghadapi masalah pengangguran dan dalam jangka panjang masalah ini tidak dapat diatasi dan adakalanya masalah tersebut menjadi semakin buruk.

Keadaan seperti ini berarti pada mulanya tingkat produksi masyarakat belum mencapai tingkat keadaan yang maksimum dan dalam periode selanjutnya tingkat produksi masyarakat tetap tidak mencapai keadaan yang ideal tersebut.

Masalah Pokok Ekonomi

Pokok masalah ekonomi ada tiga, yaitu: produksi, konsumsi dan distribusi.
Produksi, menyangkut masalah usaha atau kegiatan mencipta atau menambah kegunaan suatu benda.
Pokok masalah ekonomi :
– produksi
– konsumsi
– distribusi.

Konsumsi, menyangkut kegiatan menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda.
Distribusi, menyangkut kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.
Pokok masalah tadi selanjutnya diperluas oleh aliran ekonomi modern, yaitu apa dan berapa, bagaimana, dan untuk siapa barang diproduksi.
Apa dan Berapa (What).
Masalah ini menyangkut persoalan jenis dan jumlah barang/jasa yang perlu diproduksi agar sesuai kebutuhan masyarakat: apakah bahan makanan yang dipilih? – apakah pakaian, tempat tinggal atau jasa lain? – serta berapa banyak barang tersebut diproduksi?
Bagaimana (How)


Pokok masalah ekonomi :
-Apa dan Berapa
– Bagaimana
– Untuk Siapa

Setelah jenis dan jumlah produksi dipilih, persoalan yang harus dipecahkan adalah: bagaimana barang tersebut diproduksi? – siapa yang memproduksi? – sumber daya apa yang digunakan? – teknologi apa yang digunakan?
Untuk siapa.
Setelah pemecahan persoalan bagaimana memproduksi lebih lanjut adalah: untuk siapa ( for whom) barang yang akan diproduksi? – siapa yang harus menikmati?
Untuk lebih memahami pokok persoalan ekonomi aliran klasik dan modern, coba lengkapi tabel berikut!

Menghadapi masalah pokok ekonomi tersebut, bagaimana kita memecahkan pokok persoalan itu?
Secara garis besar, kita mengenal empat sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan situasi kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi campuran.

Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya.
Dalam sistem ini segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyarakat itu sendiri. Tentunya Anda akan bertanya apa tugas pemerintah dalam sistem ekonomi tradisional ini?
Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat.
Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan.
Sistem Ekonomi Terpusat
Pada sistem ekonomi ini, pemerintah bertindak sangat aktif, segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pelaksanaan dilakukan oleh daerah-daerah di bawah satu komando dari pusat.
Dengan demikian, masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi, semuanya diatur oleh pemerintah secara terpusat. Kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi dibatasi sehingga inisiatif perorangan tidak dapat berkembang.
Pada umumnya sistem ekonomi terpusat ini diterapkan pada negara-negara yang menganut paham komunis. Namun karena kurang sesuai dengan aspirasi rakyat, akhir-akhir ini sudah ditinggalkan.
Sistem Ekonomi Pasar
Pada sistem ekonomi pasar, kehidupan ekonomi diharapkan dapat berjalan bebas sesuai dengan mekanisme pasar.
Siapa saja bebas memproduksi barang dan jasa, sehingga mendorong masyarakat untuk bekerja lebih giat dan efisien. Dengan demikian bagi produsen memungkinkan memperoleh laba sebesar-besarnya. Jika barang atau jasa dapat dipasarkan, pada akhirnya produsen akan menyesuaikan dengan keinginan dan daya beli konsumen.
Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah berlakunya persaingan secara bebas. Akibatnya yang kuat bertambah kuat, sedang yang lemah semakin terdesak tidak berdaya. Untuk mengatasi keadaan itu pemerintah ikut campur tangan melalui peraturan perundang-undangan yang dianggap perlu, sehingga terbentuk sistem ekonomi pasar yang terkendali, bukan ekonomi bebas lagi.
Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran pada umumnya ditetapkan pada negara-negara berkembang. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Hal ini berarti di samping sektor swasta, terdapat pula badan perencana negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi.
Sistem ekonomi campuran ini dasarnya merupakan perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.
Untuk lebih memahami sistem ekonomi, coba Anda isi ciri-ciri sistem ekonomi di bawah ini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar